Posts Tagged ‘mimpi yang terbeli’

Setiap orang mamiliki karakteristik dan seni masing masing dalam menjalani hidup, ada yang menjalani hidupnya dengan penuh pemikiran, ada yang menjalani hidupnya dengan penuh keraguan sampai bingung harus berbuat apa, ada juga yang asal-asalan (asal idup aja, yang penting gue bisa ketawa) bahkan ada yang bingung sampai bertanya (buat apa saya hidup?) yah aneh memang kalau kita perhatikan gaya mereka satu persatu bahkan saya saja masih belum yakin saya masuk pada penganut golongan gaya hidup yang mana, karena masih sering berubah rubah (mirip bunglon).

Dari beberapa contoh seni gaya haidup manusia yang saya temukan, pada dasarnya itu adalah sebuah pembuktian dari sebuah teori yang sama-sama kita yakini bahwa “Manusia diciptakan 1001 macam” dengan berbagai perbedaan perbedaan yang ada, tetapi di akui atau tidak sebenarnya dari semua seni hidup yang ada, sebenarnya hanya ada satu alasan mengapa mereka menganut seni hidup tersebut, alasanya adalah “Harapan”, contoh sipenganut seni hidup asal-asalan mereka “berharap” dengan mereka hidup asal-asalan mereka akan menemukan kebahagiaan, mungkin menurut mereka “keinginan itu adalah sumber penderitaan” sekarang golongan yang memaki seni hidup penuh pemikiran, tak beda jauh hanya terbalik saja, kaum ini “berharap” dengan mereka memikirkan hidupnya dengan matang mereka akan mencapai kebahagiaan, mungkin mereka beranggapan bahwa apabila mereka bisa mencukupi kebutuhan hidup mereka dari A-sampai-Z mereka minimal tidak akan kesusahan. sekarang apa yang terjadi pada golongan “penuh keraguan” dan golongan “bingung” sampai tidak sedikit anggota dari kedua golongan ini nekad mengakhiri hidupnya dengan singkat “bunuh diri” apa ini juga dengan alasan “harapan” saya rasa YA! karena umumnya mereka berbuat seperti itu didorong oleh rasa tidak kuat menjalani penderitaan hidup, dan mereka “berharap” dengan mereka mengakhiri hidupnya, mereka tidak lagi merasakan penderitaan tersebut.

hmm… kalau begitu saya harus pandai pandai memilah dan memilih harapan yang harus saya perjuangkan, karena sepertinya tidak semua harapan bisa membawa kita ke araha yang lebih baik, kita harus mencari harapan yang benar-benar bisa kita realisasikan, karena harapan yang seperti itulah yang bisa berubah menjadi sebuah “MIMPI YANG TERBELI”