Posts Tagged ‘cinta’

Bimbang

Posted: November 17, 2009 in Coretan Malam, Renungan
Tags: , , ,

letih rasa menarjang fikiran penuh doa bersambut malam nan bising

kata-kata penuh gusar dalam kepalsuan manusia itu indah penuh

bungga-bunga namun penuh duri-duri tajam mencari tau akan sebuah jalinan

terjebak dalam riam-riam guratan tanya mau apa dan harus bagai mana entah

sampai kapan terus tergantung dalam harapan-harapan atau meski kau ku

gantung aku takkan rela meski aku yang menjadi diri mu detik-detik berlalu

tetap terjebak untuk memilih dunia ini hanya punya dua kata tidak tiga hanya

kata ya dan tidak hanya aku yang masih terjebak dalam kata yang tidak ya

dan tidak aku harus meyudahi ini semua atau aku akan terus terjebak dan

tarjebak dalam lingkaran Ya dan Tidak dan apa yang akan aku jawab adalah titah dari TUHAN

Aku Kau Dan Ibumu

Posted: October 13, 2009 in About Me, Coretan Malam, Renungan
Tags: , , ,

1_650766018l“Lebih baik kamu pergi!!!, anak saya sudah sembuh, kau tak perlu repot-repot untuk menjenguknya” Ucap seorang ibu dengan nada sinis sambil menutup pintu rumahnya.

Anak muda itu berlalu dengan wajah murung dan sedikit rasa kesal dihatinya, apakah aku begitu hina dimatanya…? apakah aku tidak ada bedanya dengan sampah yang berserakan dijalanan…? Anak muda itu bertanya dalam hati sambil bergegas menghampiri sepeda motor yang ia parkir ditepi jalan, lalu ia pun berlalu meninggalkan rumah mewah yang tak pernah akrab dengan dirinya itu.

Hari terus berganti tanpa ada sedikit peubahan pun pada Anak muda itu, dia tetap menjadi dirinya, tetap seorang anak muda penganguran berambut gondrong yang hanya kenal musik rock dan dunia malam, sampai akhirnya terjadi pertengkaran antara dia dan wanita pujaan hatinya.

“Kamu kemana saat aku butuh suport kamu…? kamu keman saat aku berjuang menahan rasa sakit di badanku ini…?” Ucap Sherly pada Anak muda itu.

“Aku ada Sher,,, aku selalu ada buat kamu.” ucap Anak muda itu mencoba menenangkan Sherly.

“Apa kau bilang, kau ada…? 2 minggu aku berbaring sakit, tapi mana, kau tak juga datang untuk menjengukku. bukan kali ini saja bahkan saat aku merayakan hari ulang tahunku kau pun tak datang kan…?” Ucap Sherly semakin kesal.

“Kamu gak ngerti Sher… kamu gak tau sebenarnya…” Ucap Anak muda itu

“Apa yang aku gak ngerti….? kamu yang sibuk dengan Band mu itu…? apa kamu yang sibuk dengan teman2 nongkrong mu itu…? jawab yang….?” Air mata pun keluar dari mata Sherly menandakan bahawa ia tak kuat dengan keadaan yang dia terima.

“Waktu itu aku datang sher… waktu kamu sakit, waktu kamu ultah, aku selalu datang, tapi ada yang kamu tidak tau Sher…” Ucap Anak muda itu sambil menyapu air mata Sherly yang makin berlinang.

“Apa yang aku gak tau…? jawab yang… jawab…?” Ucap Sherly ditengah isak tangisnya.

“Mama kamu sher, mama kamu tak pernah menginginkan kehadiranku, Dia gak suka sama aku, dia benci aku Sher, mungkin karena aku anak urakan dan pengangguran sher…” Anak muda itu menjelaskan keadaan yang sebenarnya.

“kamu sadar sekarang…? aku udah bilang dari dulu aku udah minta kamu buat berubah dari dulu, tapi semua belum terlambat. kamu mau berubah buat aku sekarang…? mulai detik ini.” Ucap Sherly sambil menatap mata anak muda itu.

“Aku gak bisa sher.. ini hidupku buatku musik adalah bagian dari hidupku.. aku gak bisa bohongin diriku sher..” Jawab Anak muda itu sambil melepaskan pelukan sherly.

“Jadi kamu lebih milih musikmu dari pada Aku…? jadi kamu lebih milih gaya hidup urakanmu dari pada aku…? aku nyesel yang…” Lalu Sherly pun pergi berlalu meninggalkan Anak muda itu yang masih tak mengerti akan apa yang harus dia perbuat.

“Maafin aku Sher…” Anak muda itu berlari mengejar Sherly yang pergi meninggalkannya. namun sherly tak perduli dan terus pergi semakin jauh meninggalkan Anak muda itu.

Setelah kejadian itu Anak muda itu selalu gelisah seakan ada yang hilang dari kehidupannya, seakan hidupnya sudah tak berarti lagi. sampai akhirnya Anak muda itupun mengerti dengan apa yang harus dia perbuat,

“Aku ingin hidup normal aku ingin kehidupan yang wajar, aku sudah bosan dengan semua hinaan tentang diriku,” Ucap anak muda itu sambil melapas anting-anting  yang melekat di telinganya, diambilnya cermin kecil disudut kamarnya lalu dia berkaca memandangi rambut panjang kusam yang selama ini dia banggakan. “selamat tinggal,maaf aku harus memotongmu, maaf aku harus menyakitimu dengan tajamnya gunting tukang potong rambut nanti.”

“Bu.. pak… aku pamit, aku ingin merubah kehidupanku, aku sudah bosan mengecewaka ibu dan bapak, aku akan mencoba mencari kerja bu..” Anak Muda itu meminta restu pada kedua orang tuanya.

“Selalu ada jalan menuju kebaikan nak, pergilah… doa kami selalu menyertaimu” Ucap sang ibu sambil memeluk tubuh anak sulungnya itu.

Kurang lebih satu bulan Anak muda itu mencoba merantau di kota metropolitan dan akhirnya diapun bekerja disebuah perusahaan yang berbaik hati mau mempekerjakan dia yang polos tanpa pengalaman kerja apaun.

Waktupun terus berjalan, sekarang Anak muda itu sudah bisa menghidupi dirinya sendiri, sampai akhirnya dia tersadar dan teringat akan Sherly wanita yang telah dia sia-sikan, lalu lelaki itupun pulang kekampung halamannya dengan satu harapan Sherly akan senang melihat dirinya yang sekarang.

“Aku datang Sher.. ini aku.. ini aku yang kamu minta kan…? kamu senang kan melihat aku yang sekarang…?” Ucap Anak muda itu saat dia bertemu dengan Sherly.

“Aku senang kamu berubah, Tapi alangkah lebih senangnya aku kalau kamu berubah dari dulu, bukan sekarang.” Jawab Sherly singkat

“Kenapa Sher.. apa aku salah…?” Tanya Anak muda itu heran

“Kamu gak salah, waktu yang tidak berpihak pada kita” Jawab sherly

“Ada apa sih Sher…?” Anak muda itu semakin bingung.

“Maafkan aku, aku sudah gak bisa kaya dulu lagi, aku sudah milik orang lain” Jawab sherly dengan mata berkaca-kaca lalu pergi meninggalkan Anak muda itu…

Pupuslah sudah semua harapan Anak Muda itu, tinggalah kengan manis yang masih tersisa terbungkus rapi dan terkubur dalam direlung jiwa yang paling dalam.

“Terima kasih Sher.. Terima kasih Tante.. Kalian berdua yang telah menyadarkanku dalam mimpi panjangku, sehingga aku mengerti akan arti kehidupan yang sesungguhnya,” Ucapku dalam hati setelah menyelesaikan tulisan ini.

long-distance-relationship1-300x222Setelah sekian lama gue menjalin hubungan jarak jau alias LDR Long Distance Relationship. Gw baru tau ternyata di AS ada lembaga penelitian yang bernama The Center for the Study of Long Distance Relationship.
Sebuah lembaga yang khusus mempelajari tentang hubungan jarak jauh.
Sangat menarik! Penelitian mereka hanya dilakukan di AS saja, namun ada
baik nya juga kita lihat. Mungkin tidak jauh berbeda dengan Indonesia…

Siapa saja sih yang Long Distance Relationship (LDR)? Trus bagaimana
cara mereka berhubungan? Bagaimana dengan tingkat ke”putus”an sebuah
hubungan??

Apakah hubungan jarak jauh semakin populer?
Pada tahun 2005 di AS ada sekitar 3,5 juta pasangan menikah yang
berhubungan jarak jauh. Ini berarti 2,9% dari keseluruhan jumlah angka
pernikahan di AS. Jumlah ini meningkat 30% jika dibandingkan pada tahun
2000 yang hanya 2,63% saja.
Penelitian menyebutkan ada sekitar 4,4 juta pasangan mahasiswa yang
belum menikah (20-40% dari total keseluruhan mahasiswa di beberapa
jurusan) yang sedang dalam LDR.
Sebuah study juga menyebutkan bahwa 1 dari 7 (14%) pasangan di AS adalah LDR.
Sedangkan berdasarkan perkiraan dari data sensus, kurang lebih ada 3,5 juta pasangan yang LDR.

Secara keseluruhan, ada sekitar 7 juta-an pasangan (14-15 juta orang) di AS yang sedang menjalani LDR.

Seberapa rentankah LDR?
Berdasarkan penelitian The Center for the Study of Long Distance Relationship, jarak bukanlah permasalahan utama mengapa sepasang kekasih harus putus. Berikut dara statistiknya:
· 1 bulan pertama, 30% pasangan non-LDR putus, dalam jangka waktu yg sama, hanya 27% dari yg LDR putus.
· 3 bulan pertama, 21% pasangan non-LDR putus, sendangkan yang LDR mencapai 37% putus.
· 6 bulan pertama, 35% pasangan non-LDR putus, sedangkan yang LDR mencapai 45% putus.
· 8 bulan pertama, 23% pasangan non-LDR putus, sedangkan yang LDR hanya 11% saja yang putus.
· 1 tahun pertama, ada 25% pasangan non-LDR putus, sedangkan yang LDR hanya 8% yang putus.
data diatas sangat menarik!
pada awal-awal bulan tingkat ke”putus”an pasangan LDR lebih rendah daripada non-LDR..
pada pertengahan tahun pertama pasangan LDR banyak mengalami ke”putus”an..
namuuun,,,pada tahun pertama pasangan non-LDR lebih banyak yg putus dibandingkan dengan mereka yang LDR…
Berikut ada data menarik lagi dari The Center for the Study of Long Distance Relationship yang diambil dari 200 lebih pasangan LDR di AS.
· Rata-rata jarak LDR………………………….: 125 mil
· Rata-rata frekuensi bertemu………………: 1,5 bulan
· Rata-rata menelpon…………………………: 1 kali dalam 2 hari
· Rata-rata lama menelpon…………………: 30 menit
· Rata-rata menulis surat……………………: 3 kali sebulan
· Rata-rata harapan berpisah………………: 14 bulan
Gregory Guldner, direktur dan pendiri The Center for the Study of Long Distance Relationship,
menyebutkan bahwa LDR pada saat ini menjadi lebih memungkinkan karena
banyak orang pada saat ini berpergian dengan alasan pekerjaan ataupun
studi.

Apakah orang yang LDR mendapatkan kebutuhan berhubungan yang sama dengan yang non-LDR?
Dalam studinya pada tahun 2003, Amber Roberts, Psikologis dari
Universitas Purdue menyatakan bahwa orang yang LDR mendapatkan tingkat
kepuasan/kebutuhan hubungan yang sama dengan orang non-LDR.
Berdasarkan penelitian juga, 70% dari mereka yang LDR putus pada 6
bulan pertama setelah berpacaran. Tapi hal itu dikarenakan mereka tidak
pernah mendiskusikan/mengomunikasikan ekspektasi atas hubungan mereka.
Jadi, wajarlah kalau mereka mengakhiri hubunganya. Lantas, bagaimana
cara mencegah ini? Jawabanya cuman satu, TALK IT OUT!!!
Kalau gw sih dari awal sudah mendiskusikan/mengomunikasikan ekspektasi
hubungan kedepan, makanya bisa LDR-an, jadi tinggal bagaimana
menjalankannya aja….

Sumber : http://www.longdistancerelationships.net/faqs.htm#FAQs