Posts Tagged ‘ayah’

pict0231Kabut tebal menyelimuti sebuah desa nan jauh disana pagi itu..

Seorang lelaki tua dengan rambut yang mulai memutih terbangun disaat istri dan ke empat anaknya masih terlelap dalam mimpinya

“Apa yang hendak engkau lakukan di pagi buta ini wahai Bapak tua…?” Sang Angin bertanya pada bapak tua tersebut…

“Aku akan Melanjutkan pekerjaanku yang belum aku selesaikan sampai hari ini” Bapak Tua pun menjawab sambil beranjak bangkit dari pembaringannya…

“Bukannkah masih lama waktumu untuk berangkat kesekolah dan mengajar anak didik Mu…?” Sang angin kembali bertanya seakan tidak mengerti dengan apa yang akan dilakukan oleh Bapak Tua itu…

“Aku terbangun pagi ini bukan untuk mengajar anak-anak didiku, aku punya waktu tersendiri untuk mengajar mereka” Bapak Tua menjawab dan bergegas keluar dari rumah dengan cangkul dipundaknya…

“Apa yang hendak engkau lakukan dengan cangkulmu itu sepagi ini..?” Sang Angin kembali bertanya…

“Aku akan pergi ke ladang dan memperbaiki saluran irigari yang rusak karena longsor sore kemarin” Jawab Bapak Tua…

“Bukankah kau bisa melakukannya nanti setelah mentari memberikan kehangatannya…?” Sang Angin bertanya heran…

“Aku harus melakukannya sekarang, kasihan tanamanku dan tanaman-tanaman milik penduduk desa ini, mereka perlu air itu…” Jawab Bapak Tua di dalam perjalanannya menuju ladang…

“Kenapa kau tidak membangunkan anakmu atau penduduk desa yang lain untuk membantumu..?” Sang Anggin Kembali Bertanya…

“Anaku harus pergi kesekolah untuk mengejar cita-citanya, aku tak mau menambah beban dipundaknya” Jawab Bapak Tua

“Lalu penduduk desa ini…? bukankah mereka juga membutuhkan air itu…?” Sang Angin kembali bertanya…

“Kasihan mereka, mereka harus menggarap sawah dan ladangnya sampai mentari hampir tenggelam, biarlah aku yang mengerjakannya” Jawab Bapak Tua…

Sang Angin terdiam seakan tak percaya dengan ketulusan hati si Bapak Tua itu…

Bapak tua pun sampai ditempat yang dia tuju, lalu dia memulai pekerjaannya…

Ayunan cangul si Bapak Tua seakan memecah keheningan pagi di desa itu, tanpa disadari sang kodok pun merasa terganggu dan marah…

“Hey bapak Tua.. apa yang engkau lakukan disini sepagi ini..? apa kau tidak tau, aku merasa terganggu dengan suara cangkulmu itu…?” Sang Kodok berkata dengan wajah geram..

“Maafkan aku wahai Kodok, aku harus memperbaiki saluran irigasi ini, karena saluran irigasi ini sumber kehidupan bagi penduduk desaku” Bapak Tua menjawab dan sejenak berhenti mengayunkan cangkulnya…

“Maaf atas kelancanganku Bapak Tua, kukira kau manusia yang bertangan jahil yang selalu merusak Alam tempat aku bertahan hidup” Sang Kodok berkata sambil bergegas pergi meninggalkan Bapak Tua yang sudah hampir selesai dalam pekerjannya…

Bapak Tua tersenyum dan kembali memulai pekerjaannya…

Tak lama kemudian Mentari terbangun dari tidurnya dikala Bapak Tua sudah menyelesaikan pekerjaannya….

“Selamat pagi Bapak Tua…” Mentari menyapa Bapak Tua dengan senyum khasnya yang hangat…

“Pagi Mentari… Aku harus kembali kerumah, pekerjaanku disini sudah selesai, aku harus bersiap untuk mengajar anak didiku disekolah…” Bapak Tua menjawab dan langsung melangkah untuk kembali kerumah…

Bapak Tua pun sampai dirumahnya, dan bergegas pergi kekamar mandi untuk membersihkan badannya,
Lanjutkan Membaca…