Archive for the ‘Tuk di-Renungkan’ Category

Manusia VS Hewan

Posted: October 18, 2010 in Teknologi, Tuk di-Renungkan
Tags: , , ,

Sangat ironis memang ketika kita sebagai manusia harus dibandingkan dengan hewan,karena konon katanya kita “manusia” adalah makhluk yang diciptakan Tuhan paling sempurna, ya saya percaya itu.. Buktinya kita memang memiliki kelebihan-kelebihan yang tidak dimiliki oleh makhluk ciptaan Tuhan yang lain, tapi seiring berjalannya waktu “manusia” yang sudah di bekali otak/pikiran dan katanya “manusia” juga memiliki hati nurani, tapi ternyata prilaku mereka tidak mencerminkan hal tersebut.

Bekasi 15 oktober 2010, saat itu kota bekasi dan sekitarnya diguyur hujan yang sangat dahsyat, alhasil beberapa titik rawan banjir harus pasrah menerima amukan salah satu elemen bumi yang katanya salah satu sumber kehidupan, yah hal itu memang bukan rahasia lagi memang sebagai kota terdekat dari ibu kota negara, bekasi tak perlu waktu lama untuk menerima warisan dari ibu kota tercinta kita (paket banjir musiman), pada saat-saat seperti ini yang seharusnya kita “manusia” yang konon katanya mempunyai hati nurani, bisa membantu sesama yang sedang tertimpa musibah dan kesulitan… Tapi ternyata apa yang saya lihat, apa yang saya rasakan hari itu sungguh diluar dugaan.

Titik banjir 1, jalanan tergenang air yang cukup dalam yang menyebabkan tidak bisa dilewati oleh kendaraan bermotor,tapi sebenarnya ada jalan kecil yang bisa kita lewati yang tidak tergenang air yaitu melalui jalan pemukiman warga, tentu saja saya yang mengetahui hal tersebut sedikit lega karena masih ada jalan yang bisa saya lewati, tapi ternyata jalan tersebut ditutup oleh drum drum bekas dan ada tulisan “dilarang masuk,jalan buntu” padahal jelas jelas saya pernah lewat dan jalan itu tidak buntu, malah warga sekitar menyarankan saya menyebrangi jalanan banjir tersebut menggunakan jasa gerobak seharga 15 ribu,, ow ow ow… Akhirnya saya putuskan putar balik dan cari jalan yang lain.

Setelah putar balik dan cari jalan baru akhirnya saya tiba di Titik banjir 2 disini genangan air tidak terlalu tinggi masih bisa dilewati kendaraan, tapi jalan tersebut memiliki banyak lubang yang cukup dalam, dalam keadaan tergenang air jalan tersebut menjadi sedikit berbahaya untuk dilewati, namun ketika saya hendak melewati jalan tersebut lagi-lagi ada drum dan tulisan “nyebrang 2000” ok lah dari pada saya tidak bisa pulang saya bayar dan mereka memandu laju motor saya agar tak jeblos di lubang, namun yang membuat saya heran ada ibu-ibu yang membonceng anaknya “5th” ibu itu tidak bayar “entah tidak bawa uang, entah apa” yang pasti ibu itu melintas dan warga yang ada hanya diam tak membantu sediktpun, sampai akhirnya si ibu terjatuh “mungkin kena lubang” warga yang ada tetap tidak juga membantu, mereka malah mencemooh “sukurin pelit sih lo” akhirnya si ibu dibatu oleh pengendara motor yang lain yang sama-sama melintas dijalan itu.

Begitukah seharusnya prilaku makhluk yang katanya memiliki hati nurani?prilaku, solideritas Hewan yang hanya mempunyai naluri lebih membuat saya kagum dari pada prilaku manusia-manusia yang saya temui malam itu…

17.00 Wib disebuah tempat makan dipingiran kota jakarta, kami anggota Vesys community telah berkumpul memenuhi meja yang telah disediakan oleh si pengelola tempat makan tersebut, karena memang kami sudah booking satu hari sebelumnya agar kami mendapat tempat, yah kami mendapat tempat walau sedikit kurang nyaman tapi kami mengerti memang situasi ramai dan mungkin tempat yang ada tidak dapat menampung pengunjung yang hendak buka puasa disana 😦

Tak lama menunggu akhirnya seorang pelayan menghampiri kami dengan tujuan mengambil catatan daftar menu yang kami pesan, yah memang waktu itu waktu bukas puasa masih lama, mungkin mereka antisipasi agar pesanan tidak datang terlambat ke meja kami ,yah sebuah kerja yang bagus fikir saya dalam hati 🙂

Tak terasa kami terlarut dalam canda dan tawa hingga kami tak sadar bahwa waktu berbuka puasa telah tiba, hmm sudah tak sabar rasanya kami ingin sekali membasahi kerongkongan kami yang kering dengan minuman kesukaan kami masing-masing yang telah kami pesan, namun setelah kami menunggu begitu lama pesanan kami tak kunjung datang hanya ada 3 gelas pesanan dari sekian banyak pesanan yang kami pesan, akhirnya salah satu dari kami bengkit dari tempat duduknya menanyakan pesanan yang kami pesan, dan kembali dengan wajah kesal dan menggeleng-gelengkan kepalanya lalu berkata “minuman yang belum datang itu ternyata kosong” what….? sekian lama kami menunggu yang kami dapat hanya kata pesanan yang kami pesan kosong 😦 ya ya ya… sabar… sabar… mungkin mereka sangat repot hingga tidak sempat memberi tahu kami bahwa pesanan yang kami pesan kosong, lalu kami mengganti menu minuman yang kami pesan dengan menu yang tersedia.

Akhirnya minuman yang kami pesan datang, tapi hanya sebagian yang datang, oh ya…. mungkin belum selesai dibuat, kami pun menunggu lagi hingga lebih dari 30 menit barulah semua pesanan minuman kami sampai di meja, namun lagi-lagi kami harus dibuat kesal dengan pesanan makanan kami yang tak kunjung tiba padahal pengunjung yang lain yang datang setelah kami, sudah selesai makan bahkan sudah ada yang beranjak pergi meninggalkan tempat tersebut, hmmm ini tidak bisa dibiarkan fikirku, dengan sedikit emosi saya bangkit dan bergegas mendatangi seorang pelayan yang sedang berdiri didepan meja Cashier. “mbak… pesanan saya sudah apa belum? dibatalkan saja deh, kelamaan” ucapku dengan sedikit kesal, dan pelayan tersebut menjawab dengan wajah tanpa rasa bersalah “oh iya ini sudah selesai kok” lalu dia mengantar pesanan makanan kami yang sudah kami tunggu selama hampir 2 jam.

Yang membuat kami heran, Apakah mereka tidak mempunyai prosedur kerja ya? sampai pengunjung yang datang duluan harus pulang belakangan, dan saya rasa mereka salah menulis Moto di baju seragam yang mereka pakai saharusnya jangan tertulis “LEBIH LAKU” tapi “LEBIH LAMA” sungguh pengalaman yang membosankan di Pecel L*** L***

Dimanakah akhir perjalanan ini…

Langkahku terhenti ditengah padang pasir yang kering luas…

Kemana kan ku langkahkan kaki ini…

Dibawah terik mata hari dan panasnya bumi kubertanya…

Adakah jalan yang akan membawa ku ke sana…

Tempat dimana aku temukan kedamaian yang abadi…

Dimana tak ada lagi tangan-tangan jahil dan tawa iblis yang menyayat keheningan malam…

Dengan sisa langkah ku coba mencari…

Aku tak ingin berhenti dan mati disini…

pict0231Kabut tebal menyelimuti sebuah desa nan jauh disana pagi itu..

Seorang lelaki tua dengan rambut yang mulai memutih terbangun disaat istri dan ke empat anaknya masih terlelap dalam mimpinya

“Apa yang hendak engkau lakukan di pagi buta ini wahai Bapak tua…?” Sang Angin bertanya pada bapak tua tersebut…

“Aku akan Melanjutkan pekerjaanku yang belum aku selesaikan sampai hari ini” Bapak Tua pun menjawab sambil beranjak bangkit dari pembaringannya…

“Bukannkah masih lama waktumu untuk berangkat kesekolah dan mengajar anak didik Mu…?” Sang angin kembali bertanya seakan tidak mengerti dengan apa yang akan dilakukan oleh Bapak Tua itu…

“Aku terbangun pagi ini bukan untuk mengajar anak-anak didiku, aku punya waktu tersendiri untuk mengajar mereka” Bapak Tua menjawab dan bergegas keluar dari rumah dengan cangkul dipundaknya…

“Apa yang hendak engkau lakukan dengan cangkulmu itu sepagi ini..?” Sang Angin kembali bertanya…

“Aku akan pergi ke ladang dan memperbaiki saluran irigari yang rusak karena longsor sore kemarin” Jawab Bapak Tua…

“Bukankah kau bisa melakukannya nanti setelah mentari memberikan kehangatannya…?” Sang Angin bertanya heran…

“Aku harus melakukannya sekarang, kasihan tanamanku dan tanaman-tanaman milik penduduk desa ini, mereka perlu air itu…” Jawab Bapak Tua di dalam perjalanannya menuju ladang…

“Kenapa kau tidak membangunkan anakmu atau penduduk desa yang lain untuk membantumu..?” Sang Anggin Kembali Bertanya…

“Anaku harus pergi kesekolah untuk mengejar cita-citanya, aku tak mau menambah beban dipundaknya” Jawab Bapak Tua

“Lalu penduduk desa ini…? bukankah mereka juga membutuhkan air itu…?” Sang Angin kembali bertanya…

“Kasihan mereka, mereka harus menggarap sawah dan ladangnya sampai mentari hampir tenggelam, biarlah aku yang mengerjakannya” Jawab Bapak Tua…

Sang Angin terdiam seakan tak percaya dengan ketulusan hati si Bapak Tua itu…

Bapak tua pun sampai ditempat yang dia tuju, lalu dia memulai pekerjaannya…

Ayunan cangul si Bapak Tua seakan memecah keheningan pagi di desa itu, tanpa disadari sang kodok pun merasa terganggu dan marah…

“Hey bapak Tua.. apa yang engkau lakukan disini sepagi ini..? apa kau tidak tau, aku merasa terganggu dengan suara cangkulmu itu…?” Sang Kodok berkata dengan wajah geram..

“Maafkan aku wahai Kodok, aku harus memperbaiki saluran irigasi ini, karena saluran irigasi ini sumber kehidupan bagi penduduk desaku” Bapak Tua menjawab dan sejenak berhenti mengayunkan cangkulnya…

“Maaf atas kelancanganku Bapak Tua, kukira kau manusia yang bertangan jahil yang selalu merusak Alam tempat aku bertahan hidup” Sang Kodok berkata sambil bergegas pergi meninggalkan Bapak Tua yang sudah hampir selesai dalam pekerjannya…

Bapak Tua tersenyum dan kembali memulai pekerjaannya…

Tak lama kemudian Mentari terbangun dari tidurnya dikala Bapak Tua sudah menyelesaikan pekerjaannya….

“Selamat pagi Bapak Tua…” Mentari menyapa Bapak Tua dengan senyum khasnya yang hangat…

“Pagi Mentari… Aku harus kembali kerumah, pekerjaanku disini sudah selesai, aku harus bersiap untuk mengajar anak didiku disekolah…” Bapak Tua menjawab dan langsung melangkah untuk kembali kerumah…

Bapak Tua pun sampai dirumahnya, dan bergegas pergi kekamar mandi untuk membersihkan badannya,
Lanjutkan Membaca…

GirlMalam itu Gadis menemuiku. Apakah dia Gadis yang selama ini aku kenal? Sorot matanya nyaris kosong, hampa. Hei Gadis… apa yang terjadi padamu? Apakah masalah hatimu belum juga terselesaikan? Kali ini apa yang akan kau sampaikan padaku? Keluarkan apa yang ada di dalam isi hatimu.

“Aku meminta kemurahan hatinya lagi, bisakah dia kembali padaku lagi? Tolong… sahabatku. Aku percaya pada keinginanku, harapanku sampai dia datang dan menemuiku lagi”

Gadis kamu tidak membutuhkan itu. Jadi kamu harus menghentikannya sekarang. Apakah kata-kata itu benar berasal dari bibir manismua Gadis? Fikirku. Mungkin benar mungkin juga tidak. Gadis tahukah kamu akan tiba saat dimana kita harus berhenti mencintai seseorang bukan karena orang itu membenci kita tapi orang itu akan lebih bahagia bila kita melepaskannya.

“Mungkin dia tidak meyukaiku. Itulah sebabbya dia pergi, mungkin aku hanya menunggu bahkan aku tahu itu tidak mungkin terjadi. Aku benar-benar seperti orang bodoh”
Lanjutkan Membaca…

gue

“Kan ku biarkan diriku berfantasi dalam setiap tidurku..

Kan kubiarkan diriku berimajinasi dalam setiap langkahku..

Disinilah kudapat bertemu dengan keindahan dan kedamaian”

Apakah begitu bodohnya diri ini yang hanya bisa berfantasi dan berimajinasi untuk menemukan keindahan dan kedamaian…

tapi itulah yang kurasa, bumi ini begitu sadis kurasa… semakin hari kedamain dan keindahan itu perlahan sirna dari muka bumi ini, apakah manusia sudah tak punya rasa ? apakah manusia sudah tak peduli lagi akan sesama ? ku takut penguasa bumi ini akan murka melihat tingkah laku kita yang semakin hari semakin menggila,

akankan bumi ini indah kembali…

akankah bumi ini damai kembali…

Kita lah jawabannya….

benderaTernyata tak hanya kawasan kuningan yang terkena bom yang dilakukan oleh manusia tak bertanggung jawab tadi pagi.. ternyata setelah saya telusuri dan terjun ke TKP (Tempat Kreativitas Para-Blogger) ternyata blogger mercusian dan blogger-blogger yang ada di tanah air juga ikut terkena bom hari ini, buktinya sebagian besar postingan hari ini bertemakan bom… untung tuh komputer gak ikut meledak yah… he he.. kalo ikut meledak bisa bubar barisan kita…

Tapi dibalik semua itu saya salut dan mengacungkan jempol buat kawan-kawan blogger mercusian dan blogger-blogger yang ada di segenap penjuru tanah air, ternyata dengan tulisan,mereka mengapresiasiakan perasaan bela sungkawa untuk negeri ini.

mungkin ada banyak cara untuk mengapresiasikan perasaan tersebut,tapi ternyata Blogger punya cara tersendiri….

Inilah cara kami….

“Kami menyatakan prihatin, duka cita dan berbela sungkawa atas tragedi kemanusiaan ledakan bom Jumat di Hotel Marriott dan Riz Carlton,”