Archive for the ‘Ragam’ Category

17.00 Wib disebuah tempat makan dipingiran kota jakarta, kami anggota Vesys community telah berkumpul memenuhi meja yang telah disediakan oleh si pengelola tempat makan tersebut, karena memang kami sudah booking satu hari sebelumnya agar kami mendapat tempat, yah kami mendapat tempat walau sedikit kurang nyaman tapi kami mengerti memang situasi ramai dan mungkin tempat yang ada tidak dapat menampung pengunjung yang hendak buka puasa disana 😦

Tak lama menunggu akhirnya seorang pelayan menghampiri kami dengan tujuan mengambil catatan daftar menu yang kami pesan, yah memang waktu itu waktu bukas puasa masih lama, mungkin mereka antisipasi agar pesanan tidak datang terlambat ke meja kami ,yah sebuah kerja yang bagus fikir saya dalam hati 🙂

Tak terasa kami terlarut dalam canda dan tawa hingga kami tak sadar bahwa waktu berbuka puasa telah tiba, hmm sudah tak sabar rasanya kami ingin sekali membasahi kerongkongan kami yang kering dengan minuman kesukaan kami masing-masing yang telah kami pesan, namun setelah kami menunggu begitu lama pesanan kami tak kunjung datang hanya ada 3 gelas pesanan dari sekian banyak pesanan yang kami pesan, akhirnya salah satu dari kami bengkit dari tempat duduknya menanyakan pesanan yang kami pesan, dan kembali dengan wajah kesal dan menggeleng-gelengkan kepalanya lalu berkata “minuman yang belum datang itu ternyata kosong” what….? sekian lama kami menunggu yang kami dapat hanya kata pesanan yang kami pesan kosong 😦 ya ya ya… sabar… sabar… mungkin mereka sangat repot hingga tidak sempat memberi tahu kami bahwa pesanan yang kami pesan kosong, lalu kami mengganti menu minuman yang kami pesan dengan menu yang tersedia.

Akhirnya minuman yang kami pesan datang, tapi hanya sebagian yang datang, oh ya…. mungkin belum selesai dibuat, kami pun menunggu lagi hingga lebih dari 30 menit barulah semua pesanan minuman kami sampai di meja, namun lagi-lagi kami harus dibuat kesal dengan pesanan makanan kami yang tak kunjung tiba padahal pengunjung yang lain yang datang setelah kami, sudah selesai makan bahkan sudah ada yang beranjak pergi meninggalkan tempat tersebut, hmmm ini tidak bisa dibiarkan fikirku, dengan sedikit emosi saya bangkit dan bergegas mendatangi seorang pelayan yang sedang berdiri didepan meja Cashier. “mbak… pesanan saya sudah apa belum? dibatalkan saja deh, kelamaan” ucapku dengan sedikit kesal, dan pelayan tersebut menjawab dengan wajah tanpa rasa bersalah “oh iya ini sudah selesai kok” lalu dia mengantar pesanan makanan kami yang sudah kami tunggu selama hampir 2 jam.

Yang membuat kami heran, Apakah mereka tidak mempunyai prosedur kerja ya? sampai pengunjung yang datang duluan harus pulang belakangan, dan saya rasa mereka salah menulis Moto di baju seragam yang mereka pakai saharusnya jangan tertulis “LEBIH LAKU” tapi “LEBIH LAMA” sungguh pengalaman yang membosankan di Pecel L*** L***

Advertisements

Celoteh Orang Asing

Posted: November 2, 2009 in Ragam, Renungan
Tags: , ,

Suatu pagi di Jakarta, kami menjemput seseorang di bandara. Orang itu sudah tua, kisaran 60 tahun. Sebut saja si bapak.

Si bapak adalah pengusaha asal singapura, dengan logat bicara gaya melayu, english, (atau singlish) beliau menceritakan pengalaman2 hidupnya kepada kami yang masih muda. Mulai dari pengalaman bisnis, spiritual, keluarga, bahkan percintaan hehehe..

“Your country is so rich!”

Ah biasa banget kan denger kata2 begitu. Tapi tunggu dulu..

“Indonesia doesn’t need the world, but the world needs Indonesia”
“Everything can be found here in Indonesia, u don’t need the world”
“Mudah saja, Indonesia paru2 dunia. Tebang saja hutan di Kalimantan,
dunia pasti kiamat. Dunia yang butuh Indonesia !”

“Singapore is nothing, we cant be rich without Indonesia . 500.000 orang Indonesia berlibur ke Singapura setiap bulan. Bisa terbayang uang yang masuk ke kami, apartemen2 dan condo terbaru kami yang membeli pun orang2 indonesia, ga peduli harga yang selangit, laku keras. Lihatlah rumah sakit kami, orang Indonesia semua yang berobat.”

“Kalian tahu bagaimana kalapnya pemerintah kami ketika asap hutan Indonesia masuk? Ya, benar2 panik. sangat terasa, we are nothing.”
“Kalian ga tau kan klo Agustus kemarin dunia krisis beras. Termasuk di Singapura dan Malaysia, kalian di Indonesia dengan mudah dapat beras”

“Lihatlah negara kalian, air bersih dimana2.. lihatlah negara kami, air bersih pun kami beli dari malaysia. Saya pernah ke Kalimantan, bahkan pasir pun mengandung permata. Terlihat glitter kalo ada matahari bersinar. Petani disana menjual Rp3000/kg ke sebuah pabrik China. Dan si pabrik menjualnya kembali seharga Rp 30.000/kg. Saya melihatnya sendiri”

“Kalian sadar tidak klo negara2 lain selalu takut meng-embargo Indonesia?! Ya, karena negara kalian memiliki segalanya. Mereka takut kalau kalian menjadi mandiri, makanya tidak di embargo. Harusnya KALIANLAH YANG MENG-EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI. Belilah dari petani2 kita sendiri, belilah tekstil garmen dari pabrik2 sendiri. Tak perlu kalian impor klo bisa produksi sendiri.”

“Jika kalian bisa mandiri, bisa MENG-EMBARGO DIRI SENDIRI, Indonesia
will rules the world..”

So, let’s we love our products,,,

Wilujeng Sumping

Localized version screenshotWordPress téh mangrupi platforma pamedal semantis pribadi anu jembar tur linuhung, anu nyimpen perhatosan kana kamonésan, kabakuan wéb, kalih kamangpaatan. WordPress miwatek haratis sakaligus mibanda ajén anu heunteu aya papadana.

Cindekna, WordPress nyaéta anu diperyogikeun anjeun nalika anjeun seja midamel padamelan ngeblog, moal ngahésékeun.

Nembé ngamimitian ngeblog? Sumangga tepangan panglawungan rojongan WordPress basa Indonésia. (more…)

long-distance-relationship1-300x222Setelah sekian lama gue menjalin hubungan jarak jau alias LDR Long Distance Relationship. Gw baru tau ternyata di AS ada lembaga penelitian yang bernama The Center for the Study of Long Distance Relationship.
Sebuah lembaga yang khusus mempelajari tentang hubungan jarak jauh.
Sangat menarik! Penelitian mereka hanya dilakukan di AS saja, namun ada
baik nya juga kita lihat. Mungkin tidak jauh berbeda dengan Indonesia…

Siapa saja sih yang Long Distance Relationship (LDR)? Trus bagaimana
cara mereka berhubungan? Bagaimana dengan tingkat ke”putus”an sebuah
hubungan??

Apakah hubungan jarak jauh semakin populer?
Pada tahun 2005 di AS ada sekitar 3,5 juta pasangan menikah yang
berhubungan jarak jauh. Ini berarti 2,9% dari keseluruhan jumlah angka
pernikahan di AS. Jumlah ini meningkat 30% jika dibandingkan pada tahun
2000 yang hanya 2,63% saja.
Penelitian menyebutkan ada sekitar 4,4 juta pasangan mahasiswa yang
belum menikah (20-40% dari total keseluruhan mahasiswa di beberapa
jurusan) yang sedang dalam LDR.
Sebuah study juga menyebutkan bahwa 1 dari 7 (14%) pasangan di AS adalah LDR.
Sedangkan berdasarkan perkiraan dari data sensus, kurang lebih ada 3,5 juta pasangan yang LDR.

Secara keseluruhan, ada sekitar 7 juta-an pasangan (14-15 juta orang) di AS yang sedang menjalani LDR.

Seberapa rentankah LDR?
Berdasarkan penelitian The Center for the Study of Long Distance Relationship, jarak bukanlah permasalahan utama mengapa sepasang kekasih harus putus. Berikut dara statistiknya:
· 1 bulan pertama, 30% pasangan non-LDR putus, dalam jangka waktu yg sama, hanya 27% dari yg LDR putus.
· 3 bulan pertama, 21% pasangan non-LDR putus, sendangkan yang LDR mencapai 37% putus.
· 6 bulan pertama, 35% pasangan non-LDR putus, sedangkan yang LDR mencapai 45% putus.
· 8 bulan pertama, 23% pasangan non-LDR putus, sedangkan yang LDR hanya 11% saja yang putus.
· 1 tahun pertama, ada 25% pasangan non-LDR putus, sedangkan yang LDR hanya 8% yang putus.
data diatas sangat menarik!
pada awal-awal bulan tingkat ke”putus”an pasangan LDR lebih rendah daripada non-LDR..
pada pertengahan tahun pertama pasangan LDR banyak mengalami ke”putus”an..
namuuun,,,pada tahun pertama pasangan non-LDR lebih banyak yg putus dibandingkan dengan mereka yang LDR…
Berikut ada data menarik lagi dari The Center for the Study of Long Distance Relationship yang diambil dari 200 lebih pasangan LDR di AS.
· Rata-rata jarak LDR………………………….: 125 mil
· Rata-rata frekuensi bertemu………………: 1,5 bulan
· Rata-rata menelpon…………………………: 1 kali dalam 2 hari
· Rata-rata lama menelpon…………………: 30 menit
· Rata-rata menulis surat……………………: 3 kali sebulan
· Rata-rata harapan berpisah………………: 14 bulan
Gregory Guldner, direktur dan pendiri The Center for the Study of Long Distance Relationship,
menyebutkan bahwa LDR pada saat ini menjadi lebih memungkinkan karena
banyak orang pada saat ini berpergian dengan alasan pekerjaan ataupun
studi.

Apakah orang yang LDR mendapatkan kebutuhan berhubungan yang sama dengan yang non-LDR?
Dalam studinya pada tahun 2003, Amber Roberts, Psikologis dari
Universitas Purdue menyatakan bahwa orang yang LDR mendapatkan tingkat
kepuasan/kebutuhan hubungan yang sama dengan orang non-LDR.
Berdasarkan penelitian juga, 70% dari mereka yang LDR putus pada 6
bulan pertama setelah berpacaran. Tapi hal itu dikarenakan mereka tidak
pernah mendiskusikan/mengomunikasikan ekspektasi atas hubungan mereka.
Jadi, wajarlah kalau mereka mengakhiri hubunganya. Lantas, bagaimana
cara mencegah ini? Jawabanya cuman satu, TALK IT OUT!!!
Kalau gw sih dari awal sudah mendiskusikan/mengomunikasikan ekspektasi
hubungan kedepan, makanya bisa LDR-an, jadi tinggal bagaimana
menjalankannya aja….

Sumber : http://www.longdistancerelationships.net/faqs.htm#FAQs

Terkadang saya berfikir untuk apa ya saya punya blog…? dan apasih tujuan para Blogger mendirikan blog…? iseng-iseng saya tanya mbah google “wahai mbah google apa kau tau apa tujuan kawan-kawan Blogger mendirikan Blog…? lalu mbah google manjawab :

  1. Katanya bikin blog karena ikut-ikutan “kalo mau ikut-ikutan kenapa harus Blog kan banyak bisa facebook,twiter dan masih banyak kok yang bisa diikutin selain Blog”
  2. Katanya ingin berbisnis di internet “wah kayaknya cuman sedikit kok yang pake Blognya buat bisnis, dan juga kalo mau bisnis kenapa harus pake Blog….?”
  3. Katanya gak punya pekerjaan “wah enak aja banyak kok temen-temen Blogger yang sibuk kerja tapi masih sempet ngurusin blognya, dan juga kalo gak punya pekerjaan kenapa harus ngeblog…?”
  4. Katanya ingin berbagi “wah yang ini lumayan nih, tapi kalo isinya gak karu-karuan seperti blog saya apa yang mau di bagi ya..?”
  5. Katanya membuat diary “apa bener bikin diary aja harus di blog…?, kenapa gak bikin ofline aja di komputer,bikin satu folder isinya curhatan kalo mau curhat tinggal panggil tu temen-temen”

Hehe dapet jawaban dari mbah google bukannya ngerti eh malah binggung “apa jangan-jangan saya yang oon suroon ya…?” jadi yang paling pas apa sih tujuan ngeblog itu…?

ya udah deh dari pada saya bingung saya minta pendapat dari kawan-kawan semua aja deh nanti kalo udah dapet yang paling pas, saya lanjutin di Kenapa Harus Blog Part 2 aja ya…