Archive for the ‘Coretan Malam’ Category

Setiap orang mamiliki karakteristik dan seni masing masing dalam menjalani hidup, ada yang menjalani hidupnya dengan penuh pemikiran, ada yang menjalani hidupnya dengan penuh keraguan sampai bingung harus berbuat apa, ada juga yang asal-asalan (asal idup aja, yang penting gue bisa ketawa) bahkan ada yang bingung sampai bertanya (buat apa saya hidup?) yah aneh memang kalau kita perhatikan gaya mereka satu persatu bahkan saya saja masih belum yakin saya masuk pada penganut golongan gaya hidup yang mana, karena masih sering berubah rubah (mirip bunglon).

Dari beberapa contoh seni gaya haidup manusia yang saya temukan, pada dasarnya itu adalah sebuah pembuktian dari sebuah teori yang sama-sama kita yakini bahwa “Manusia diciptakan 1001 macam” dengan berbagai perbedaan perbedaan yang ada, tetapi di akui atau tidak sebenarnya dari semua seni hidup yang ada, sebenarnya hanya ada satu alasan mengapa mereka menganut seni hidup tersebut, alasanya adalah “Harapan”, contoh sipenganut seni hidup asal-asalan mereka “berharap” dengan mereka hidup asal-asalan mereka akan menemukan kebahagiaan, mungkin menurut mereka “keinginan itu adalah sumber penderitaan” sekarang golongan yang memaki seni hidup penuh pemikiran, tak beda jauh hanya terbalik saja, kaum ini “berharap” dengan mereka memikirkan hidupnya dengan matang mereka akan mencapai kebahagiaan, mungkin mereka beranggapan bahwa apabila mereka bisa mencukupi kebutuhan hidup mereka dari A-sampai-Z mereka minimal tidak akan kesusahan. sekarang apa yang terjadi pada golongan “penuh keraguan” dan golongan “bingung” sampai tidak sedikit anggota dari kedua golongan ini nekad mengakhiri hidupnya dengan singkat “bunuh diri” apa ini juga dengan alasan “harapan” saya rasa YA! karena umumnya mereka berbuat seperti itu didorong oleh rasa tidak kuat menjalani penderitaan hidup, dan mereka “berharap” dengan mereka mengakhiri hidupnya, mereka tidak lagi merasakan penderitaan tersebut.

hmm… kalau begitu saya harus pandai pandai memilah dan memilih harapan yang harus saya perjuangkan, karena sepertinya tidak semua harapan bisa membawa kita ke araha yang lebih baik, kita harus mencari harapan yang benar-benar bisa kita realisasikan, karena harapan yang seperti itulah yang bisa berubah menjadi sebuah “MIMPI YANG TERBELI”

17.00 Wib disebuah tempat makan dipingiran kota jakarta, kami anggota Vesys community telah berkumpul memenuhi meja yang telah disediakan oleh si pengelola tempat makan tersebut, karena memang kami sudah booking satu hari sebelumnya agar kami mendapat tempat, yah kami mendapat tempat walau sedikit kurang nyaman tapi kami mengerti memang situasi ramai dan mungkin tempat yang ada tidak dapat menampung pengunjung yang hendak buka puasa disana 馃槮

Tak lama menunggu akhirnya seorang pelayan menghampiri kami dengan tujuan mengambil catatan daftar menu yang kami pesan, yah memang waktu itu waktu bukas puasa masih lama, mungkin mereka antisipasi agar pesanan tidak datang terlambat ke meja kami ,yah sebuah kerja yang bagus fikir saya dalam hati 馃檪

Tak terasa kami terlarut dalam canda dan tawa hingga kami tak sadar bahwa waktu berbuka puasa telah tiba, hmm sudah tak sabar rasanya kami ingin sekali membasahi kerongkongan kami yang kering dengan minuman kesukaan kami masing-masing yang telah kami pesan, namun setelah kami menunggu begitu lama pesanan kami tak kunjung datang hanya ada 3 gelas pesanan dari sekian banyak pesanan yang kami pesan, akhirnya salah satu dari kami bengkit dari tempat duduknya menanyakan pesanan yang kami pesan, dan kembali dengan wajah kesal dan menggeleng-gelengkan kepalanya lalu berkata “minuman yang belum datang itu ternyata kosong” what….? sekian lama kami menunggu yang kami dapat hanya kata pesanan yang kami pesan kosong 馃槮 ya ya ya… sabar… sabar… mungkin mereka sangat repot hingga tidak sempat memberi tahu kami bahwa pesanan yang kami pesan kosong, lalu kami mengganti menu minuman yang kami pesan dengan menu yang tersedia.

Akhirnya minuman yang kami pesan datang, tapi hanya sebagian yang datang, oh ya…. mungkin belum selesai dibuat, kami pun menunggu lagi hingga lebih dari 30 menit barulah semua pesanan minuman kami sampai di meja, namun lagi-lagi kami harus dibuat kesal dengan pesanan makanan kami yang tak kunjung tiba padahal pengunjung yang lain yang datang setelah kami, sudah selesai makan bahkan sudah ada yang beranjak pergi meninggalkan tempat tersebut, hmmm ini tidak bisa dibiarkan fikirku, dengan sedikit emosi saya bangkit dan bergegas mendatangi seorang pelayan yang sedang berdiri didepan meja Cashier. “mbak… pesanan saya sudah apa belum? dibatalkan saja deh, kelamaan” ucapku dengan sedikit kesal, dan pelayan tersebut menjawab dengan wajah tanpa rasa bersalah “oh iya ini sudah selesai kok” lalu dia mengantar pesanan makanan kami yang sudah kami tunggu selama hampir 2 jam.

Yang membuat kami heran, Apakah mereka tidak mempunyai prosedur kerja ya? sampai pengunjung yang datang duluan harus pulang belakangan, dan saya rasa mereka salah menulis Moto di baju seragam yang mereka pakai saharusnya jangan tertulis “LEBIH LAKU” tapi “LEBIH LAMA” sungguh pengalaman yang membosankan di Pecel L*** L***

Bimbang

Posted: November 17, 2009 in Coretan Malam, Renungan
Tags: , , ,

letih rasa menarjang fikiran penuh doa bersambut malam nan bising

kata-kata penuh gusar dalam kepalsuan manusia itu indah penuh

bungga-bunga namun penuh duri-duri tajam mencari tau akan sebuah jalinan

terjebak dalam riam-riam guratan tanya mau apa dan harus bagai mana entah

sampai kapan terus tergantung dalam harapan-harapan atau meski kau ku

gantung aku takkan rela meski aku yang menjadi diri mu detik-detik berlalu

tetap terjebak untuk memilih dunia ini hanya punya dua kata tidak tiga hanya

kata ya dan tidak hanya aku yang masih terjebak dalam kata yang tidak ya

dan tidak aku harus meyudahi ini semua atau aku akan terus terjebak dan

tarjebak dalam lingkaran Ya dan Tidak dan apa yang akan aku jawab adalah titah dari TUHAN

Aku Kau Dan Ibumu

Posted: October 13, 2009 in About Me, Coretan Malam, Renungan
Tags: , , ,

1_650766018l“Lebih baik kamu pergi!!!, anak saya sudah sembuh, kau tak perlu repot-repot untuk menjenguknya” Ucap seorang ibu dengan nada sinis sambil menutup pintu rumahnya.

Anak muda itu berlalu dengan wajah murung dan sedikit rasa kesal dihatinya, apakah aku begitu hina dimatanya…? apakah aku tidak ada bedanya dengan sampah yang berserakan dijalanan…? Anak muda itu bertanya dalam hati sambil bergegas menghampiri sepeda motor yang ia parkir ditepi jalan, lalu ia pun berlalu meninggalkan rumah mewah yang tak pernah akrab dengan dirinya itu.

Hari terus berganti tanpa ada sedikit peubahan pun pada Anak muda itu, dia tetap menjadi dirinya, tetap seorang anak muda penganguran berambut gondrong yang hanya kenal musik rock dan dunia malam, sampai akhirnya terjadi pertengkaran antara dia dan wanita pujaan hatinya.

“Kamu kemana saat aku butuh suport kamu…? kamu keman saat aku berjuang menahan rasa sakit di badanku ini…?” Ucap Sherly pada Anak muda itu.

“Aku ada Sher,,, aku selalu ada buat kamu.” ucap Anak muda itu mencoba menenangkan Sherly.

“Apa kau bilang, kau ada…? 2 minggu aku berbaring sakit, tapi mana, kau tak juga datang untuk menjengukku. bukan kali ini saja bahkan saat aku merayakan hari ulang tahunku kau pun tak datang kan…?” Ucap Sherly semakin kesal.

“Kamu gak ngerti Sher… kamu gak tau sebenarnya…” Ucap Anak muda itu

“Apa yang aku gak ngerti….? kamu yang sibuk dengan Band mu itu…? apa kamu yang sibuk dengan teman2 nongkrong mu itu…? jawab yang….?” Air mata pun keluar dari mata Sherly menandakan bahawa ia tak kuat dengan keadaan yang dia terima.

“Waktu itu aku datang sher… waktu kamu sakit, waktu kamu ultah, aku selalu datang, tapi ada yang kamu tidak tau Sher…” Ucap Anak muda itu sambil menyapu air mata Sherly yang makin berlinang.

“Apa yang aku gak tau…? jawab yang… jawab…?” Ucap Sherly ditengah isak tangisnya.

“Mama kamu sher, mama kamu tak pernah menginginkan kehadiranku, Dia gak suka sama aku, dia benci aku Sher, mungkin karena aku anak urakan dan pengangguran sher…” Anak muda itu menjelaskan keadaan yang sebenarnya.

“kamu sadar sekarang…? aku udah bilang dari dulu aku udah minta kamu buat berubah dari dulu, tapi semua belum terlambat. kamu mau berubah buat aku sekarang…? mulai detik ini.” Ucap Sherly sambil menatap mata anak muda itu.

“Aku gak bisa sher.. ini hidupku buatku musik adalah bagian dari hidupku.. aku gak bisa bohongin diriku sher..” Jawab Anak muda itu sambil melepaskan pelukan sherly.

“Jadi kamu lebih milih musikmu dari pada Aku…? jadi kamu lebih milih gaya hidup urakanmu dari pada aku…? aku nyesel yang…” Lalu Sherly pun pergi berlalu meninggalkan Anak muda itu yang masih tak mengerti akan apa yang harus dia perbuat.

“Maafin aku Sher…” Anak muda itu berlari mengejar Sherly yang pergi meninggalkannya. namun sherly tak perduli dan terus pergi semakin jauh meninggalkan Anak muda itu.

Setelah kejadian itu Anak muda itu selalu gelisah seakan ada yang hilang dari kehidupannya, seakan hidupnya sudah tak berarti lagi. sampai akhirnya Anak muda itupun mengerti dengan apa yang harus dia perbuat,

“Aku ingin hidup normal aku ingin kehidupan yang wajar, aku sudah bosan dengan semua hinaan tentang diriku,” Ucap anak muda itu sambil melapas anting-anting聽 yang melekat di telinganya, diambilnya cermin kecil disudut kamarnya lalu dia berkaca memandangi rambut panjang kusam yang selama ini dia banggakan. “selamat tinggal,maaf aku harus memotongmu, maaf aku harus menyakitimu dengan tajamnya gunting tukang potong rambut nanti.”

“Bu.. pak… aku pamit, aku ingin merubah kehidupanku, aku sudah bosan mengecewaka ibu dan bapak, aku akan mencoba mencari kerja bu..” Anak Muda itu meminta restu pada kedua orang tuanya.

“Selalu ada jalan menuju kebaikan nak, pergilah… doa kami selalu menyertaimu” Ucap sang ibu sambil memeluk tubuh anak sulungnya itu.

Kurang lebih satu bulan Anak muda itu mencoba merantau di kota metropolitan dan akhirnya diapun bekerja disebuah perusahaan yang berbaik hati mau mempekerjakan dia yang polos tanpa pengalaman kerja apaun.

Waktupun terus berjalan, sekarang Anak muda itu sudah bisa menghidupi dirinya sendiri, sampai akhirnya dia tersadar dan teringat akan Sherly wanita yang telah dia sia-sikan, lalu lelaki itupun pulang kekampung halamannya dengan satu harapan Sherly akan senang melihat dirinya yang sekarang.

“Aku datang Sher.. ini aku.. ini aku yang kamu minta kan…? kamu senang kan melihat aku yang sekarang…?” Ucap Anak muda itu saat dia bertemu dengan Sherly.

“Aku senang kamu berubah, Tapi alangkah lebih senangnya aku kalau kamu berubah dari dulu, bukan sekarang.” Jawab Sherly singkat

“Kenapa Sher.. apa aku salah…?” Tanya Anak muda itu heran

“Kamu gak salah, waktu yang tidak berpihak pada kita” Jawab sherly

“Ada apa sih Sher…?” Anak muda itu semakin bingung.

“Maafkan aku, aku sudah gak bisa kaya dulu lagi, aku sudah milik orang lain” Jawab sherly dengan mata berkaca-kaca lalu pergi meninggalkan Anak muda itu…

Pupuslah sudah semua harapan Anak Muda itu, tinggalah kengan manis yang masih tersisa terbungkus rapi dan terkubur dalam direlung jiwa yang paling dalam.

“Terima kasih Sher.. Terima kasih Tante.. Kalian berdua yang telah menyadarkanku dalam mimpi panjangku, sehingga aku mengerti akan arti kehidupan yang sesungguhnya,” Ucapku dalam hati setelah menyelesaikan tulisan ini.

long-distance-relationship1-300x222Setelah sekian lama gue menjalin hubungan jarak jau alias LDR Long Distance Relationship. Gw baru tau ternyata di AS ada lembaga penelitian yang bernama The Center for the Study of Long Distance Relationship.
Sebuah lembaga yang khusus mempelajari tentang hubungan jarak jauh.
Sangat menarik! Penelitian mereka hanya dilakukan di AS saja, namun ada
baik nya juga kita lihat. Mungkin tidak jauh berbeda dengan Indonesia…

Siapa saja sih yang Long Distance Relationship (LDR)? Trus bagaimana
cara mereka berhubungan? Bagaimana dengan tingkat ke”putus”an sebuah
hubungan??

Apakah hubungan jarak jauh semakin populer?
Pada tahun 2005 di AS ada sekitar 3,5 juta pasangan menikah yang
berhubungan jarak jauh. Ini berarti 2,9% dari keseluruhan jumlah angka
pernikahan di AS. Jumlah ini meningkat 30% jika dibandingkan pada tahun
2000 yang hanya 2,63% saja.
Penelitian menyebutkan ada sekitar 4,4 juta pasangan mahasiswa yang
belum menikah (20-40% dari total keseluruhan mahasiswa di beberapa
jurusan) yang sedang dalam LDR.
Sebuah study juga menyebutkan bahwa 1 dari 7 (14%) pasangan di AS adalah LDR.
Sedangkan berdasarkan perkiraan dari data sensus, kurang lebih ada 3,5 juta pasangan yang LDR.

Secara keseluruhan, ada sekitar 7 juta-an pasangan (14-15 juta orang) di AS yang sedang menjalani LDR.

Seberapa rentankah LDR?
Berdasarkan penelitian The Center for the Study of Long Distance Relationship, jarak bukanlah permasalahan utama mengapa sepasang kekasih harus putus. Berikut dara statistiknya:
1 bulan pertama, 30% pasangan non-LDR putus, dalam jangka waktu yg sama, hanya 27% dari yg LDR putus.
3 bulan pertama, 21% pasangan non-LDR putus, sendangkan yang LDR mencapai 37% putus.
6 bulan pertama, 35% pasangan non-LDR putus, sedangkan yang LDR mencapai 45% putus.
8 bulan pertama, 23% pasangan non-LDR putus, sedangkan yang LDR hanya 11% saja yang putus.
1 tahun pertama, ada 25% pasangan non-LDR putus, sedangkan yang LDR hanya 8% yang putus.
data diatas sangat menarik!
pada awal-awal bulan tingkat ke”putus”an pasangan LDR lebih rendah daripada non-LDR..
pada pertengahan tahun pertama pasangan LDR banyak mengalami ke”putus”an..
namuuun,,,pada tahun pertama pasangan non-LDR lebih banyak yg putus dibandingkan dengan mereka yang LDR…
Berikut ada data menarik lagi dari The Center for the Study of Long Distance Relationship yang diambil dari 200 lebih pasangan LDR di AS.
Rata-rata jarak LDR………………………….: 125 mil
Rata-rata frekuensi bertemu………………: 1,5 bulan
Rata-rata menelpon…………………………: 1 kali dalam 2 hari
Rata-rata lama menelpon…………………: 30 menit
Rata-rata menulis surat……………………: 3 kali sebulan
Rata-rata harapan berpisah………………: 14 bulan
Gregory Guldner, direktur dan pendiri The Center for the Study of Long Distance Relationship,
menyebutkan bahwa LDR pada saat ini menjadi lebih memungkinkan karena
banyak orang pada saat ini berpergian dengan alasan pekerjaan ataupun
studi.

Apakah orang yang LDR mendapatkan kebutuhan berhubungan yang sama dengan yang non-LDR?
Dalam studinya pada tahun 2003, Amber Roberts, Psikologis dari
Universitas Purdue menyatakan bahwa orang yang LDR mendapatkan tingkat
kepuasan/kebutuhan hubungan yang sama dengan orang non-LDR.
Berdasarkan penelitian juga, 70% dari mereka yang LDR putus pada 6
bulan pertama setelah berpacaran. Tapi hal itu dikarenakan mereka tidak
pernah mendiskusikan/mengomunikasikan ekspektasi atas hubungan mereka.
Jadi, wajarlah kalau mereka mengakhiri hubunganya. Lantas, bagaimana
cara mencegah ini? Jawabanya cuman satu, TALK IT OUT!!!
Kalau gw sih dari awal sudah mendiskusikan/mengomunikasikan ekspektasi
hubungan kedepan, makanya bisa LDR-an, jadi tinggal bagaimana
menjalankannya aja….

Sumber : http://www.longdistancerelationships.net/faqs.htm#FAQs

Terkadang saya berfikir untuk apa ya saya punya blog…? dan apasih tujuan para Blogger mendirikan blog…? iseng-iseng saya tanya mbah google “wahai mbah google apa kau tau apa tujuan kawan-kawan Blogger mendirikan Blog…? lalu mbah google manjawab :

  1. Katanya bikin blog karena ikut-ikutan “kalo mau ikut-ikutan kenapa harus Blog kan banyak bisa facebook,twiter dan masih banyak kok yang bisa diikutin selain Blog”
  2. Katanya ingin berbisnis di internet “wah kayaknya cuman sedikit kok yang pake Blognya buat bisnis, dan juga kalo mau bisnis kenapa harus pake Blog….?”
  3. Katanya gak punya pekerjaan “wah enak aja banyak kok temen-temen Blogger yang sibuk kerja tapi masih sempet ngurusin blognya, dan juga kalo gak punya pekerjaan kenapa harus ngeblog…?”
  4. Katanya ingin berbagi “wah yang ini lumayan nih, tapi kalo isinya gak karu-karuan seperti blog saya apa yang mau di bagi ya..?”
  5. Katanya membuat diary “apa bener bikin diary aja harus di blog…?, kenapa gak bikin ofline aja di komputer,bikin satu folder isinya curhatan kalo mau curhat tinggal panggil tu temen-temen”

Hehe dapet jawaban dari mbah google bukannya ngerti eh malah binggung “apa jangan-jangan saya yang oon suroon ya…?” jadi yang paling pas apa sih tujuan ngeblog itu…?

ya udah deh dari pada saya bingung saya minta pendapat dari kawan-kawan semua aja deh nanti kalo udah dapet yang paling pas, saya lanjutin di Kenapa Harus Blog Part 2 aja ya…


Satu demi satu para mercusian mulai nampak memasuki halaman parkir Kampus sore itu, tak seperti biasanya, mereka hadir dengan busana muslim dan senyum yang ceria sore itu, sungguh cantik dan gantengnya mereka hari ini “termasuk aku juga tentunya” he he…

Singkat kata singkat cerita, aku dan yang lain mulai memasuki ruangan yang telah disediakan oleh panitia, lalu kami pun duduk dengan sedikit nyengir-nyengir akibat menahan haus dan lapar, ditambah lagi saat mata ini memandang hidangan yang telah disediakan untuk kami berbuka puasa nanti, “Oh kolak,Es buah,Gorengan,Ayam Bakar, aku sudah tak sabar untuk menyantapmu” teriak ku dalam hati.

Saking asiknya memandang Kolak dan gadis-gadis mercusian yang terlihat cantik dengan busana muslimnya aku sampai tak sadar kalau acara sudah di mulai, “mudah-mudahan tak ada yang memerhatikan ku dari tadi” bisik kudalam hati, acara demi acarapun terleawati, dari mulai pembacan Wahyu Illahi, sambutan dari pembina Mercusian Community,Sambutan dari Panitia penyelenggara, sampai acara Siraman Rohani, kami semua mengikuti semua acara tersebut dengan tertib “walaupun perut sudah sangat keroncongan” he he.

Akhirnya waktu yang ditunggu telah tiba, terdengar suara adzan berkumandang yang menandakan waktu berbuka puasa sudah tiba, kamipun berdo’a bersama sebelum menyantap Kolak lezat dan Es Buah segar聽 ala Mercusian………

Yang Ikut Nyengir Di Acara Buka Bersama :

Aku

Mr. Anto

Hariez

Bhejho

Indra

Cahjoker’s

Ompoer

Dan banyak lagi kawan-kawan Blogger Mercusian yang tidak bisa saya sebut satu-persatu……….