“Lebih baik kamu pergi!!!, anak saya sudah sembuh, kau tak perlu repot-repot untuk menjenguknya” Ucap seorang ibu dengan nada sinis sambil menutup pintu rumahnya.
Anak muda itu berlalu dengan wajah murung dan sedikit rasa kesal dihatinya, apakah aku begitu hina dimatanya…? apakah aku tidak ada bedanya dengan sampah yang berserakan dijalanan…? Anak muda itu bertanya dalam hati sambil bergegas menghampiri sepeda motor yang ia parkir ditepi jalan, lalu ia pun berlalu meninggalkan rumah mewah yang tak pernah akrab dengan dirinya itu.
Hari terus berganti tanpa ada sedikit peubahan pun pada Anak muda itu, dia tetap menjadi dirinya, tetap seorang anak muda penganguran berambut gondrong yang hanya kenal musik rock dan dunia malam, sampai akhirnya terjadi pertengkaran antara dia dan wanita pujaan hatinya.
“Kamu kemana saat aku butuh suport kamu…? kamu keman saat aku berjuang menahan rasa sakit di badanku ini…?” Ucap Sherly pada Anak muda itu.
“Aku ada Sher,,, aku selalu ada buat kamu.” ucap Anak muda itu mencoba menenangkan Sherly.
“Apa kau bilang, kau ada…? 2 minggu aku berbaring sakit, tapi mana, kau tak juga datang untuk menjengukku. bukan kali ini saja bahkan saat aku merayakan hari ulang tahunku kau pun tak datang kan…?” Ucap Sherly semakin kesal.
“Kamu gak ngerti Sher… kamu gak tau sebenarnya…” Ucap Anak muda itu
“Apa yang aku gak ngerti….? kamu yang sibuk dengan Band mu itu…? apa kamu yang sibuk dengan teman2 nongkrong mu itu…? jawab yang….?” Air mata pun keluar dari mata Sherly menandakan bahawa ia tak kuat dengan keadaan yang dia terima.
“Waktu itu aku datang sher… waktu kamu sakit, waktu kamu ultah, aku selalu datang, tapi ada yang kamu tidak tau Sher…” Ucap Anak muda itu sambil menyapu air mata Sherly yang makin berlinang.
“Apa yang aku gak tau…? jawab yang… jawab…?” Ucap Sherly ditengah isak tangisnya.
“Mama kamu sher, mama kamu tak pernah menginginkan kehadiranku, Dia gak suka sama aku, dia benci aku Sher, mungkin karena aku anak urakan dan pengangguran sher…” Anak muda itu menjelaskan keadaan yang sebenarnya.
“kamu sadar sekarang…? aku udah bilang dari dulu aku udah minta kamu buat berubah dari dulu, tapi semua belum terlambat. kamu mau berubah buat aku sekarang…? mulai detik ini.” Ucap Sherly sambil menatap mata anak muda itu.
“Aku gak bisa sher.. ini hidupku buatku musik adalah bagian dari hidupku.. aku gak bisa bohongin diriku sher..” Jawab Anak muda itu sambil melepaskan pelukan sherly.
“Jadi kamu lebih milih musikmu dari pada Aku…? jadi kamu lebih milih gaya hidup urakanmu dari pada aku…? aku nyesel yang…” Lalu Sherly pun pergi berlalu meninggalkan Anak muda itu yang masih tak mengerti akan apa yang harus dia perbuat.
“Maafin aku Sher…” Anak muda itu berlari mengejar Sherly yang pergi meninggalkannya. namun sherly tak perduli dan terus pergi semakin jauh meninggalkan Anak muda itu.
Setelah kejadian itu Anak muda itu selalu gelisah seakan ada yang hilang dari kehidupannya, seakan hidupnya sudah tak berarti lagi. sampai akhirnya Anak muda itupun mengerti dengan apa yang harus dia perbuat,
“Aku ingin hidup normal aku ingin kehidupan yang wajar, aku sudah bosan dengan semua hinaan tentang diriku,” Ucap anak muda itu sambil melapas anting-anting yang melekat di telinganya, diambilnya cermin kecil disudut kamarnya lalu dia berkaca memandangi rambut panjang kusam yang selama ini dia banggakan. “selamat tinggal,maaf aku harus memotongmu, maaf aku harus menyakitimu dengan tajamnya gunting tukang potong rambut nanti.”
“Bu.. pak… aku pamit, aku ingin merubah kehidupanku, aku sudah bosan mengecewaka ibu dan bapak, aku akan mencoba mencari kerja bu..” Anak Muda itu meminta restu pada kedua orang tuanya.
“Selalu ada jalan menuju kebaikan nak, pergilah… doa kami selalu menyertaimu” Ucap sang ibu sambil memeluk tubuh anak sulungnya itu.
Kurang lebih satu bulan Anak muda itu mencoba merantau di kota metropolitan dan akhirnya diapun bekerja disebuah perusahaan yang berbaik hati mau mempekerjakan dia yang polos tanpa pengalaman kerja apaun.
Waktupun terus berjalan, sekarang Anak muda itu sudah bisa menghidupi dirinya sendiri, sampai akhirnya dia tersadar dan teringat akan Sherly wanita yang telah dia sia-sikan, lalu lelaki itupun pulang kekampung halamannya dengan satu harapan Sherly akan senang melihat dirinya yang sekarang.
“Aku datang Sher.. ini aku.. ini aku yang kamu minta kan…? kamu senang kan melihat aku yang sekarang…?” Ucap Anak muda itu saat dia bertemu dengan Sherly.
“Aku senang kamu berubah, Tapi alangkah lebih senangnya aku kalau kamu berubah dari dulu, bukan sekarang.” Jawab Sherly singkat
“Kenapa Sher.. apa aku salah…?” Tanya Anak muda itu heran
“Kamu gak salah, waktu yang tidak berpihak pada kita” Jawab sherly
“Ada apa sih Sher…?” Anak muda itu semakin bingung.
“Maafkan aku, aku sudah gak bisa kaya dulu lagi, aku sudah milik orang lain” Jawab sherly dengan mata berkaca-kaca lalu pergi meninggalkan Anak muda itu…
Pupuslah sudah semua harapan Anak Muda itu, tinggalah kengan manis yang masih tersisa terbungkus rapi dan terkubur dalam direlung jiwa yang paling dalam.
“Terima kasih Sher.. Terima kasih Tante.. Kalian berdua yang telah menyadarkanku dalam mimpi panjangku, sehingga aku mengerti akan arti kehidupan yang sesungguhnya,” Ucapku dalam hati setelah menyelesaikan tulisan ini.






Posted by bocahbancar on October 13, 2009 at 6:54 pm
PERTAMAAAAAXXXXXXXX dulu Mas…… hohohoohhhohoho
(Senangnya bukan main)
Balik dulu, baru mau belajr besok UTS euy he he he….
#Septa Bilang : Semoga Sukses UTS nya kang… he he he
Posted by bocahbancar on October 15, 2009 at 8:40 pm
HHmm..Massssss..Ternyata…aku jadi berkaca-kaca setelah membaca postingan ini, sangat mensupport jiwaku sekali Mas, seorang yang kadang semangat, namun kadang juga seperti kehilangan arah, dari sini saya bisa menentukan rencana masa depan saya kembali…
Terima kasih atas postingan yang sangat luar biasa ini…
(baru sempat baca)
Terima kasih atas doa buat UTS nya yawh Kang Septa
Posted by bocahbancar on October 16, 2009 at 9:11 pm
Kok punya saya ga dibalas(lebay ah hohohohoho)
Posted by septa25 on October 17, 2009 at 9:22 am
hi hi… bingung balesnya kang,,, soalnya keburu geer gitu baca komennya. he he he *lebih lebay mode on*
Posted by Hariez on October 19, 2009 at 5:17 am
nabangggg…donk mojokkk
Posted by Septa "Sipenulis Bodoh" on October 20, 2009 at 6:56 pm
ya ya ya…
Posted by Dangstars on October 16, 2009 at 9:14 am
Maaf
Ketinggalaaaaaaannnnzzzxxxx
Posted by Septa on October 16, 2009 at 4:20 pm
manggakkk kang..,,,
Posted by Hariez on October 19, 2009 at 5:18 am
zzzZZZzzzZZzZzzz…
Posted by Dangstars on October 16, 2009 at 9:16 am
Waduh…sedih nih diakhir cerita..
Tersentuh Mas Septa..
Posted by Septa on October 16, 2009 at 4:21 pm
hikz hikz hikz….
Posted by Hariez on October 19, 2009 at 5:18 am
huaaaaaaahuaaaaaa….
Posted by bulbul on October 14, 2009 at 12:10 am
salam hangat!! sehangat rumah ini yg selalu ramai oleh sahabat2 blogger..!!!
maju terus sep!!!! semangat.
Posted by Dangstars on October 16, 2009 at 9:19 am
Ya..ini sudah rame..
Apalagi besok ada layar tancapnya..
Makin rame dong..
Posted by Septa on October 16, 2009 at 4:22 pm
Salam KBM Bulbul..he he he
Posted by Hariez on October 19, 2009 at 5:19 am
ada wayang golekna Gan….tancepppppp
Posted by kwarsakristalin on October 14, 2009 at 12:45 am
hhmmm…Tuhan selalu memberi yg terbaik walau menurut kita mungkin tidak…salam kenal
Posted by Septa on October 16, 2009 at 4:22 pm
amin… salam kenal juga
Posted by Nita on October 14, 2009 at 1:39 am
kyana kisah nyata nie…
tetep semangat wujudin mimpi lo sob…
*sahabat gak kan pernah mati*
Posted by Septa on October 16, 2009 at 4:23 pm
yuu marii
Posted by altov on October 14, 2009 at 4:55 am
curhat colongan….. hahaiiii….
Posted by Septa on October 16, 2009 at 4:24 pm
Posted by indra1082 on October 14, 2009 at 5:14 am
emang lo pernah gondorng cuy??
Posted by Dangstars on October 16, 2009 at 9:20 am
Pernah..Cuyyyy…
Posted by Hariez on October 19, 2009 at 5:20 am
mohawak malahh..
Posted by KangBoed on October 14, 2009 at 6:24 am
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
I Love U fuuulllllllllllllllllllllllllllll
Posted by KangBoed on October 14, 2009 at 6:28 am
Hidup adalah perjalanan mengupas ARTI dan MAKNA HIDUP itu sendiri.. hanya bagi yang mau mengambil HIKMAH dari perjalanan itu sendiri
Posted by Dangstars on October 16, 2009 at 9:22 am
Setubuuuuuhhhhhhhhh
Posted by Hariez on October 19, 2009 at 5:20 am
Posted by alpicola on October 14, 2009 at 6:59 am
waduw,,sadis nian itu ibu yah
Posted by Hariez on October 19, 2009 at 5:21 am
iyahhh…si ibu udah ga gadiss…..
Posted by METY on October 14, 2009 at 7:11 am
Hebat a……… rayakan hri2mu dgn kehadiran para blogger&saya selaku penikmatx akn sll menunggu crita2x!!!!!! a ngetikx alon2,bnyk yg slh ngetik ma krng pembendaharaan kt2x….
Posted by isnuansa on October 14, 2009 at 9:05 am
Hmm, tragis endingnya. Tapi, cari lagi lahh…
Posted by Dangstars on October 16, 2009 at 9:23 am
Oh…Nooo Nooooo
Posted by Didien® on October 14, 2009 at 9:12 am
hiduplah krn dirimu sendiri dan Tuhanmu , semua perjalanan hidup, sebuah keinginan dan sebuah penantian tidak selamanya sesuai kenyataan..tetap sabar bro…
salam, ^_^
Posted by Caride™ on October 14, 2009 at 9:16 am
tetaplah bersyukur dan ambil hikmah dari setiap kejadian… di luar sana masih byk yg lebih tragis dari kisah yg di ceritan ini…
keep spirit..
Posted by d-Gadget™ on October 14, 2009 at 9:18 am
Tuhan memiliki rencana lain dan terindah buatmu kawan..tetap semngat
Posted by D3pd on October 14, 2009 at 11:04 am
zzzZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZ (hayuh bangun) ^_^…V
Posted by Zulhaq on October 14, 2009 at 1:43 pm
begitulah kehidupan, tak ada yang mulus…karena Tuhan maha mengetahui dan maha adil untuk seluruh perjalanan huidup Hambanya…
Posted by farus on October 14, 2009 at 4:54 pm
orang sabar , ikhlas dan taat itulah kuncinya hidup/…..
Posted by irfan on October 14, 2009 at 5:44 pm
hahahaii
jdi nih bener2 kisah loe ..
mantap .. mantap ..
sukses slalu buat karya loe ..
Posted by Yessi on October 15, 2009 at 1:42 am
hai, Septa..salam kenal ya…
suka nulis cerpen juga ya? sama dwunk
Posted by bhejho4060 on October 15, 2009 at 3:40 am
kasih ibu sepanjang masaaaaaa brooo…..
Posted by ikiakukok on October 15, 2009 at 3:40 am
pernah juga aku ngalamin kayak gitu (nggak persis sih) tapi buktinya sekarang kami sudah punya anak satu. yang penting pasang muka nggak tahu diri
Posted by nakjaDimande on October 15, 2009 at 3:41 am
septa jangan sedih ya.. berarti ada seseorang yang lebih baik menunggu septa, di suatu tempat.. disuatu masa nanti.. sabar aja
Posted by codet on October 15, 2009 at 5:04 am
Perjalanan belum usai. Keep digging the life!
Salam
Posted by hellgalicious on October 15, 2009 at 7:34 am
ceritanya menyentuh hati bang
hahahaha
Posted by edda on October 15, 2009 at 7:42 am
wew, nyata ya bang??
Posted by mase mungil on October 15, 2009 at 8:42 am
salam kenal……
mampir bang…..
cerita yang seppp….
salam
Posted by Nyubi on October 15, 2009 at 9:54 am
nice story
Posted by andipeace on October 15, 2009 at 3:22 pm
sungguh mengharukan,hehehehe
lebih menyedihkan lagi membaca postingan ini mengingatkan saya pada ibu say.
salam hangat
Posted by Pakde Cholik on October 15, 2009 at 11:16 pm
Walau pengorbanannya sia-sia tetapi jika itu mengarah kepada kebaikan akan membawa manfaat juga bagi dirnya dan orang lain. Wanita kan bukan hanya Sherley tho mas.
Salam hangat dari Surabaya
Posted by mahardhika on October 16, 2009 at 2:35 am
aduuhh kasiaaaann………….. hahaha yg sabar ya nak…. nanti pasti bny sherly yg lebih baik bakal muncul untukmu…
Posted by kawanlama95 on October 16, 2009 at 7:57 am
bila ingin berubah ya ikhlaskan diri, bukan karena orang lain agar perubahan kita jujur sesuai nurani. dan perubahan itu dilihat oleh yang maha kuasa
Posted by Hajier on October 16, 2009 at 10:14 am
Ini cerpen atau pengalaman pribadi yang tertuang dalam sebuah cerpen, ya?
Posted by Hadi on October 16, 2009 at 1:13 pm
Numpang kenalan, ceritanya menyentuh. Ini fakta bener ga sih
Posted by Hadi on October 16, 2009 at 1:17 pm
Mampir ke gubukku ya
Posted by peri on October 17, 2009 at 3:57 am
ehm telat sih berubah nya *kacian cowo dicerita ini ma w mao*hahaaha
Posted by kenangamu on October 17, 2009 at 4:51 am
hiks…..terharu nih!!!
Posted by antyo rentjoko on October 18, 2009 at 9:41 am
Terus dari patah hati itu terciptalah sebuah lagu. Biasanya giti. Judulnya apa?
Posted by Septa on October 18, 2009 at 5:14 pm
Terima kasih atas kunjungannya paman… he he he
judulnya ya itu “Aku Kau Dan Ibumu” he he pantes gak ya…?
Posted by diazhandsome on October 18, 2009 at 3:10 pm
mantap, dari pertengahan cerita sampai ke akhir bagus banget ceritanya. tapi di awal-awal agak kurang sreg.
jujur, gw nangis. dikit.
Posted by Septa on October 18, 2009 at 5:16 pm
cup cup cup…. yangan nagis dong Diaz… he he he
Posted by quinie on October 18, 2009 at 5:39 pm
hiks hiks sedih. emang kadang hidup ga seindah impian kita, tapi yakin aja lah mungkin dia bukan jodoh dikau, dan ada yang lebih baik dari dia yang Tuhan kan kasih ke dikau. Semangat!
makasih udah dateng ke acara launching komunitas kami ya. sangat berarti banget lohhhh. ke PB kan? see you there yaaa.. kita poto2 lagihhhh ^^
Posted by Septa on October 18, 2009 at 6:14 pm
terima kasih atas kunjungannya Mbak… mudah-mudahan kita ketemu lagi di PB nanti.. he he boleh juga tuh poto-poto lagi….
Posted by Hariez on October 19, 2009 at 5:31 am
ikutan donk foto-foto
Posted by hellgalicious on October 19, 2009 at 11:44 am
kapan update lagi ne?
Posted by septa25 on October 19, 2009 at 12:32 pm
Secapatnya Kawan… he he he
Posted by bocahbancar on October 19, 2009 at 6:08 pm
Aku sedang bersedih hati
Posted by Penulis Bodoh on October 20, 2009 at 8:36 am
Numpang lewat…
Posted by GATOTKACA on October 20, 2009 at 1:54 pm
salam kenal aja deh…link back yah….
Posted by edda on October 20, 2009 at 3:42 pm
berkunjung lagiiiii
Posted by indra java on October 21, 2009 at 3:13 am
Setelah ngunjungin mertua, jawab kuis ya…
Disini.
Posted by kaneadventure on October 21, 2009 at 3:26 am
Nice story bro.
saya tidak terlalu suka cerita2 model begini, tapi saya membaca ini jadi agak2 suka.
keep writing bro.
Posted by Hafid Algristian on October 21, 2009 at 3:39 am
“Jadi kamu lebih milih musikmu dari pada Aku…? jadi kamu lebih milih gaya hidup urakanmu dari pada aku…? aku nyesel yang…” –saya ndak begitu suka sama quote ini. *soalnya saya membayangkan terjadi pada diri saya sendiri, dan njenengan sukses membuat saya trenyuhh!!*
makasii kang