Setelah sekian lama gue menjalin hubungan jarak jau alias LDR Long Distance Relationship. Gw baru tau ternyata di AS ada lembaga penelitian yang bernama The Center for the Study of Long Distance Relationship.
Sebuah lembaga yang khusus mempelajari tentang hubungan jarak jauh.
Sangat menarik! Penelitian mereka hanya dilakukan di AS saja, namun ada
baik nya juga kita lihat. Mungkin tidak jauh berbeda dengan Indonesia…
Siapa saja sih yang Long Distance Relationship (LDR)? Trus bagaimana
cara mereka berhubungan? Bagaimana dengan tingkat ke”putus”an sebuah
hubungan??
Apakah hubungan jarak jauh semakin populer?
Pada tahun 2005 di AS ada sekitar 3,5 juta pasangan menikah yang
berhubungan jarak jauh. Ini berarti 2,9% dari keseluruhan jumlah angka
pernikahan di AS. Jumlah ini meningkat 30% jika dibandingkan pada tahun
2000 yang hanya 2,63% saja.
Penelitian menyebutkan ada sekitar 4,4 juta pasangan mahasiswa yang
belum menikah (20-40% dari total keseluruhan mahasiswa di beberapa
jurusan) yang sedang dalam LDR.
Sebuah study juga menyebutkan bahwa 1 dari 7 (14%) pasangan di AS adalah LDR.
Sedangkan berdasarkan perkiraan dari data sensus, kurang lebih ada 3,5 juta pasangan yang LDR.
Secara keseluruhan, ada sekitar 7 juta-an pasangan (14-15 juta orang) di AS yang sedang menjalani LDR.
Seberapa rentankah LDR?
Berdasarkan penelitian The Center for the Study of Long Distance Relationship, jarak bukanlah permasalahan utama mengapa sepasang kekasih harus putus. Berikut dara statistiknya:
· 1 bulan pertama, 30% pasangan non-LDR putus, dalam jangka waktu yg sama, hanya 27% dari yg LDR putus.
· 3 bulan pertama, 21% pasangan non-LDR putus, sendangkan yang LDR mencapai 37% putus.
· 6 bulan pertama, 35% pasangan non-LDR putus, sedangkan yang LDR mencapai 45% putus.
· 8 bulan pertama, 23% pasangan non-LDR putus, sedangkan yang LDR hanya 11% saja yang putus.
· 1 tahun pertama, ada 25% pasangan non-LDR putus, sedangkan yang LDR hanya 8% yang putus.
data diatas sangat menarik!
pada awal-awal bulan tingkat ke”putus”an pasangan LDR lebih rendah daripada non-LDR..
pada pertengahan tahun pertama pasangan LDR banyak mengalami ke”putus”an..
namuuun,,,pada tahun pertama pasangan non-LDR lebih banyak yg putus dibandingkan dengan mereka yang LDR…
Berikut ada data menarik lagi dari The Center for the Study of Long Distance Relationship yang diambil dari 200 lebih pasangan LDR di AS.
· Rata-rata jarak LDR………………………….: 125 mil
· Rata-rata frekuensi bertemu………………: 1,5 bulan
· Rata-rata menelpon…………………………: 1 kali dalam 2 hari
· Rata-rata lama menelpon…………………: 30 menit
· Rata-rata menulis surat……………………: 3 kali sebulan
· Rata-rata harapan berpisah………………: 14 bulan
Gregory Guldner, direktur dan pendiri The Center for the Study of Long Distance Relationship,
menyebutkan bahwa LDR pada saat ini menjadi lebih memungkinkan karena
banyak orang pada saat ini berpergian dengan alasan pekerjaan ataupun
studi.
Apakah orang yang LDR mendapatkan kebutuhan berhubungan yang sama dengan yang non-LDR?
Dalam studinya pada tahun 2003, Amber Roberts, Psikologis dari
Universitas Purdue menyatakan bahwa orang yang LDR mendapatkan tingkat
kepuasan/kebutuhan hubungan yang sama dengan orang non-LDR.
Berdasarkan penelitian juga, 70% dari mereka yang LDR putus pada 6
bulan pertama setelah berpacaran. Tapi hal itu dikarenakan mereka tidak
pernah mendiskusikan/mengomunikasikan ekspektasi atas hubungan mereka.
Jadi, wajarlah kalau mereka mengakhiri hubunganya. Lantas, bagaimana
cara mencegah ini? Jawabanya cuman satu, TALK IT OUT!!!
Kalau gw sih dari awal sudah mendiskusikan/mengomunikasikan ekspektasi
hubungan kedepan, makanya bisa LDR-an, jadi tinggal bagaimana
menjalankannya aja….
Sumber : http://www.longdistancerelationships.net/faqs.htm#FAQs






Posted by the bunglon's on October 8, 2009 at 2:22 am
saya kira ga’ sama ya…?
#Septa Bilang : he he he he he
Posted by cantigi™ on October 8, 2009 at 4:37 am
mudah2an awet ya bro… sampe punya cucu ntar..
#Septa Bilang : Thank You Kang…. Amin….
Posted by peri on October 8, 2009 at 4:51 am
wah ko bisa sama sih kita…?w juga LDR an…mudah2an jah sama awet yua…:)
#Septa Bilang : Amin…. 8)
Posted by indra1082 on October 8, 2009 at 6:19 am
bilang aja gak punya cewek, pake ngaku LDR……. hayyo ngaku
Piss… kidding bro…..
#Septa Bilang : hanya dia yang tau boss indra he he he he
Posted by bhejho4060 on October 8, 2009 at 6:35 am
gak semua nya seperti itu juga kok……..
#Septa Bilang : Itukan menurut survei Jho….
Posted by nurtika on October 8, 2009 at 8:22 am
itu kan angka teorinya aja…tergantung sampel penelitiannya juga kayak gimana. kalo saya kira ya teori ama kenyetaan tu kadang bisa beda. Siapa tau yang sukses LDR malah ga jadi sampel penelitian..
#Septa Bilang : mudah2an saya termasuk yang sukses ya he he he he…..
Posted by bocahbancar on October 8, 2009 at 5:19 pm
Hmm…Kang Septa LDR juga to ternyata
Menarik sekali mengetahui fakta penelitian itu Mas…
Kalo menurut saya pribadi, mengapa yang LDR ini(termasuk saya) menjadi tidak terlalu rentan untuk ada masalah atau putus, ya karena komunikasi yang terus dijaga serta dalam setiap pertemuannya(baik call, surat, email, atau sms) selalu mengusahakan yang terbaik secara kualitas. Beda dengan yang ketemu sehari2, banyak maunya, banyak ngalemnya, banyak curiganya dan lain2 dech….
Nah, semoga saja LDR nya Kang Septa dan Saya serta kawan2 semua bisa menghadapi semua aral yang melintang di depan…
Salam semangat selalu
http://garasiusaha.wordpress.com/
#Septa Bilang : Amin…. Semoga deh kawan…..
Posted by HumorBendol on October 8, 2009 at 5:59 pm
LDR? waduh…dibutuhin kebesaran jiwa neh
hehe…
Berat bro….
Tergantung Nawaitu-nya…
#Septa Bilang : Bener banget boss setuju deh… he he he he
Posted by kidungjingga on October 9, 2009 at 5:04 am
hmmm…. masa2 kritis justru di semester pertama alias 6 bulan ya….. *manggut2…
#Septa Bilang : itu kan katanya mbak… he he he he
Posted by bukan facebook on October 9, 2009 at 7:36 am
kayaknya internet mendukung tumbuh kembangnya LDR neh…
#Septa Bilang : kayaknya sih gitu he he he
Posted by KangBoed on October 9, 2009 at 1:34 pm
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
I Love U fuuulllllllllllllllllllllllllllll
#Septa Bilang : mangga kang boed….
Posted by KangBoed on October 9, 2009 at 1:41 pm
HADIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIRRRRRRRRR
MENGUCAPKAN SELAMAT ATAS NAMA PERSAHABATAN DAN PERSAUDARAAN
SEMOGA DENGAN BERJALANNYA WAKTU SEMAKIN MEMPERSATUKAN KITA SEMUA.. TIDAK MELIHAT SIAPA KAMU.. APA AGAMAMU.. APA MAZHABMU.. TETAPI DENGAN MENYADARI KITA BERASAL DARI YANG SATU..
SALAM SAYANG SELALU
#Septa Bilang : mangga kang boed….
Posted by fashion and style on October 11, 2009 at 5:13 am
waw asih nih..saling kangen-kangenan jarak jauh…mana tahan……
#Septa Bilang : Mudah-mudahan Tahan deh… he he he
Posted by hellgalicious on October 11, 2009 at 12:47 pm
gw pernah LDR
tapi cuman bertahan 6 bulan
ga betah cuy
#Septa Bilang : Kenapa gak betah cuy…? he he he he
Posted by kenangamu on October 12, 2009 at 3:46 pm
waduh…ktemu tiap hari ajh berantem mulu..palagi LDR!!!!
gk mauuuuuuuu
Posted by mikha_v on October 12, 2009 at 4:13 pm
Sebenarnya fakta ini menarik juga sih. Saya sejujurnya tidak keberatan LDR, asalkan ada kepastian bisa bertemu.
Ini menurut pengalaman pribadi saya. Karena 2 LDR yang dulu saya jalani, jaraknya sangat jauh dan tidak pernah ketemu bahkan sampai sekarang. Yang terjadi malah tekanan-tekanan yang besar karena ingin ketemu tapi entah kapan. Menurut saya, LDR lebih enak apabila dijalani dengan “santai”, bukan dengan tensi tinggi ingin ketemu.
Itu sebabnya saya kapok LDR, kecuali ada kepastian bisa ketemu dalam periode yang tidak terlalu panjang.
@kenalanmu: masa pacar jadi teman berantem?
itu namanya sparing partner, bukan pacar. Lebih baik ngga usah pacaran kalo jadi berantem, bukan membawa hidup lebih baik tapi jadi beban.
Posted by yosbeda on October 13, 2009 at 12:50 am
wew…
LDR? mending ngga menjalin hubungan deh dari pada LDR…
orang ngga LDR aj resiko putus atau adanya orang ketiga aj tetep gede..
apalagi LDR???
itu cuma pendapat pribadi gw aj..
bagi yg LDR kucinya cuma satu yaitu.. saling percaya dan berfikir baik2 terus…
jgn pernah mikir pasangan kita disana “lagi dimana, dengan siapa, semalam berbuat ap” kaya lagunya kangen band..
—————————————————————–
kunjungan pertamax nie…
lam kenal dr yos
Posted by bulbul on October 13, 2009 at 4:37 am
emang agak sedikit sulit bro!!! kecuali kita sudah ada komitmen dan saling percaya baru merasa tenang!!!! tapi kadang syetan pintar untuk menggoda kaum-kaum penganut LDR untuk berselingkuh..
iya g???
Posted by tyan's on October 13, 2009 at 5:54 pm
jarak bukan masalah kan bisa berhubungan lewat telpon, FB, YM dll…,
salam blog-nya anak bangsa…,
Posted by pelangiituaku on October 15, 2009 at 6:55 am
haluuu kak =)
pa kabar??? wah.. akyu baru up date nih.. lama tak berkunjung.. hehehe =)
hmm.. LDR bakalan bisa bertahan gak sih kak?? kalo ada niat pasti bisa kan kak?? soalnya aku sedang merasakan hal ini.. hehehe =p
mampir iah ke blog kuuu…
http://pelangiituaku.wordpress.com
Posted by Foto Perawat Indonesia di Jepang Sekarang « BOCAHBANCAR BELAJAR MEMAKNAI KEHIDUPAN on October 15, 2009 at 6:06 pm
[...] saya harap hanyalah sebuah batu rintangan yang memang harus dihadapi layaknya sebuah pasangan LDR(Long Distance Relationship) pada umumnya. Kemudian sebenarnya saya menunggu waktu saat My Chie bisa [...]
Posted by kaneadventure on October 16, 2009 at 1:12 pm
Sukseskan LDR….Hloh??
salam kenal bos.
kalo ada waktu mampirlah ke rumah saya yang acakadut.
Posted by dian on October 16, 2009 at 1:14 pm
Hore hore hore…
Dapat bacaan bagus disaat memulai LDR nih.
Mari kita lihat, saya masuk yang kategori bertahan berapa lama
Salam
Posted by Hafid Algristian on October 21, 2009 at 3:09 am
saya follow link ini dari blognya mas bocah bancar… saya kira bahasannya khas anak muda, ternyata… wedeew… statistik abiiss! kereenn!
kalo saya sih, ngga pernah percaya sama LDR. karena dalam setiap hubungan, saya selalu memegang teguh prinsip *yang saya buat-buat sendiri, yakni* komunikasi, yang merupakan akronim dari come-muni-kasih yang artinya: datang, bicaralah, dan beri perhatian.
Posted by sisihati on November 7, 2009 at 12:39 pm
LDR ga masalah, asal percaya..
tapi kalo kangen, obatnya ya ketemu.
ngomong apa saya ini.
lam kenal, bos.
tersesat disini.
Posted by ekarusma on January 31, 2010 at 2:10 pm
Kren..
Posted by Bayulavey on June 22, 2010 at 2:33 am
wah ngeri juga ya…ternyata harus ada komunikasi yang pasti…!
w baru ngejalanin 2 bulan br0..w djakarta dan cewe w di Kuala Lumpur,
kita sama2 sibuk..dia dsna ikut kluarga nya dan mempunyai pkerjaan sedangkan
w dsni masih melanjutkan kuliah..!!
ketemu paling liburan nasional aja sama liburan semester..!!
dan sebagai mahasiswa cukup berat di biaya…!!
komunikasi dan trasnport PP Jakarta – KL..
w harus gimana nih ??
this is first for me…
Posted by vani on November 20, 2010 at 1:11 pm
mau tanya dong… referensinya darimana? saya mau penelitian tentang ini
thank you b4